Nov 13, 2017
2 Views
0 0

Fakta Kesederhanaan Jokowi Mantu Vs Nyinyiran Politikus – Berita Terbaru Hari Ini | raffienda.com

Written by
Spread the love



Fakta Kesederhanaan Jokowi Mantu Vs Nyinyiran Politikus – Berita Terbaru Hari Ini

Jakarta – Hidangan yang disajikan di resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution, bikin Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, terkesan. Namun, bukan makanan mewah yang ia sanjung.

“Kalau saya paling suka satai kere. Sederhana, tapi mantap. Enak,” ujar Yasonna usai menghadiri resepsi Kahiyang-Bobby bersama jajaran Menteri Kabinet Kerja di gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu malam, 8 November 2017.Satai kere adalah kuliner populer di Solo. Kelas kaki lima. Bahannya dari tempe gembus berbumbu yang ditusuk pakai lidi, dibakar, lalu diguyur bumbu kacang, dan dimakan ditemani potongan lontong.

Seperti namanya, “kere” alias “miskin”, bahannya memang sangat sederhana. Versi lainnya biasanya menggunakan jeroan sapi seperti iso, babat, kikil, hingga torpedo.Selain satai kere, makanan tradisional lain juga disajikan, seperti serabi solo, martabak telur, martabak manis, ledre, prol kopyor, timlo, cabuk rambak, serta minuman sari buah. Tak ada makanan kelas hotel berbintang yang disajikan untuk para tetamu, pejabat, maupun rakyat kebanyakan.

Menteri Yasonna menambahkan, bukan hanya hidangan yang membuat pesta mantu Presiden Jokowi terasa sederhana. Tampilan ruangan resepsi serta perniknya juga jauh dari kesan mewah.

“Yang membuatnya jadi sederhana juga karena semua orang bisa datang dan suasananya tidak berlebihan. Ornamennya juga sederhana, tapi memukau,” jelas Yasonna.Karena itu, dia mengaku heran kalau masih ada orang yang menganggap pesta pernikahan Kahiyang-Bobby adalah acara pamer kemewahan. “Jadi, kalau ada yang bilang begitu datang saja, lihat sendiri,” tegas Yasonna.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo ternyata juga mengakui kelezatan satai kere. Namun, ada makanan lain yang memikat seleranya, yakni cabuk rambak.

“Tadi saya cicipi cabuk rambak. Bagi saya aneh, tapi ternyata sederhana sekali, yaitu lontong dan kerupuk kulit. Kemudian saya juga mencicipi ronde sama satai kere. Menunya lebih banyak tradisional,” ucap Agus.

Bahwa tak ada kemewahan berlebih yang terpancar dalam acara perkawinan Kahiyang-Bobby juga disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kalla yang juga didapuk menjadi saksi untuk mempelai wanita itu mengatakan, acara pernikahan Kahiyang-Bobby berlangsung secara sederhana.

“Acaranya sederhana, tapi yang hadirnya yang banyak. Dekorasinya juga biasa saja,” kata Wapres ketika ditemui usai menjadi saksi pernikahan Kahiyang-Bobby, Rabu siang.

Pakai Karpet Bekas

Demikian pula dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan. Menurut dia, meskipun banyak tamu undangan dan warga yang datang, acara dikemas sederhana.

“Yang datang ramai sekali, tapi acaranya sederhana. Semua tampilannya, pakaiannya ya menunya, tempat acaranya,” kata Zulkifli.

Ungkapan senada juga disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang datang bersama sang istri. Menurut Anies, suasana pernikahan putri semata wayang Jokowi itu sama seperti pernikahan masyarakat pada umumnya.

“Seperti pernikahan keluarga lainnya, masyarakat umum. Ramai, tertib, dan anggun. Tidak memberikan kesan mahal,” tegas Anies.

Bahkan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan acara pernikahan putri Presiden ini tergolong terlalu sederhana untuk kepala negara.

“Untuk sekelas Presiden menurut saya ini malah terlalu sederhana. Kita lihat, karpet saja pakai karpet bekas. Sekelas Presiden, padahal,” ujar Pramono di depan Graha Saba Buana, Selasa petang, 7 November 2017.Soal tamu yang melimpah, hingga ribuan orang, Pramono Anung menilai, itu karena Presiden menerima permintaan dari masyarakat.

“Ada tukang becak, pengamen, pedagang di pasar, yang semua ingin datang,” ujar Pramono.Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak melihat adanya hubungan antara pesta yang mewah dengan ramainya tamu undangan yang datang. Sebagai seorang presiden, menurut dia wajar kalau banyak tamu yang harus diundang Jokowi.

“Saya kira itu tergantung ya. Pak Presiden kan temannya banyak. Nanti kalau enggak diundang sakit hati. Tapi yang paling penting sebenarnya bukan 400 (undangan). Empat ratus kalau di luar negeri, mewah juga,” tutur Risma.

Kritikan Fahri Hamzah

Munculnya polemik mewah-sederhana pernikahan Kahiyang-Bobby dan angka 400 yang disebutkan Risma berawal dari kritikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyoal megahnya acara pernikahan di Kota Solo tersebut.

Sehari sebelum perhelatan, Selasa, 7 November 2017, Fahri di kantornya bicara kepada wartawan bahwa dia menyayangkan rencana pernikahan Kahiyang-Bobby yang mengundang ribuan tamu.

Menurut dia, hal itu tidak sesuai dengan isi Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana, yang membatasi jumlah undangan untuk acara yang digelar para pejabat tak lebih dari 400 orang.

source supported by raffienda.com

Article Categories:
Berita Video

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *